|
Ajang Kreatif Anak Sekolah Solo (Kreasso) tahun 2011 |
|
|
|
|
Info -
Events
|
|
Ditulis oleh Admin
|
|
Rabu, 15 Juni 2011 02:54 |
|

Ajang Kreatif Anak Sekolah Solo (Kreasso) tahun 2011 yang bakal digelar di kawasan Ngarsapura Solo, Minggu-Selasa (19-21/6), diperkirakan akan diikuti sekitar 15.000 peserta dari 26 sekolah di sejumlah kota/kabupaten di Indonesia.
Ketua Panitia Kreasso 2011, Fajar Nur Hidayat, saat jumpa pers di Loji Gandrung, Selasa (14/6/2011), mengemukakan melalui
|
|
|
Peringatan Hari Tari se Dunia (World Dance Day 2011) |
|
|
|
|
Info -
Events
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Jumat, 29 April 2011 02:27 |
|

"Solo Menari 24 Jam" dalam rangka memperingati hari tari se Dunia (World Dance Day 2011), pemerintah kota Solo dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta akan menggelar pertunjukan tari selama 24 jam tanpa henti. Hari itu akan menjadi aktivitas yang besar bagi dunia tari dan juga bagi para penari, synergy dan energy serta spirit dari World Dance Anniversary akan mampu berbias, berkembang, menyebar keseluruh link tari di seluruh belahan dunia.
|
|
Indonesia Panggung Sandiwara |
|
|
|
|
Artikel -
Motivasi
|
|
Ditulis oleh Admin
|
|
Sabtu, 09 April 2011 15:58 |
|
Drama berupa teks untuk dibaca, sedangkan sandiwara boleh pakai teks boleh tidak, tetapi harus dimainkan. Dengan demikian, sandiwara memerlukan pemain, panggung, dan penonton.
Contoh sandiwara tidak perlu dicari ke zaman Dardanela, Dr Abu Hanifah, atau Usmar Ismail, cukup di Indonesia kini.
|
|
|
Puisi / Pantun -
Puisi
|
|
Ditulis oleh Yusuf Rohimawanto
|
|
Selasa, 19 April 2011 15:00 |
|
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui Apakah kau masih selembut dahulu Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
|
|
Mengemas Budaya Nusantara Lewat Desain Kursi |
|
|
|
|
Seni -
Budaya
|
|
Ditulis oleh Admin
|
|
Rabu, 02 Maret 2011 00:00 |
|
Ditinjau dari sejarahnya, kursi sebagai fasilitas duduk bukan berakar dari budaya Nusantara. Ini dapat dibuktikan lewat artefak-artefak kuno, misalnya watu gilang di Kotagede yang merupakan singgasana (”dampar”) Istana Panembahan Senopati berwujud sebongkah batu persegi.
Kalangan rakyat jelata hanya mengenal balai-balai yang masih banyak dijumpai hingga kini di desa-desa. Baik dampar maupun balai-balai berbeda dari kursi dalam konsep filosofis, perwujudan bentuk, maupun struktur teknisnya.
|
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 7 |